-->

Jumat, 10 Februari 2012

Keistimewaan Al-Qur'an

AL-QURAN
Al-Quran berasal dari kata qara-a yang berarti membaca, sehingga Al-quran secara etimologis bermakna bacaan.
Para ulama mendefinisikan Al-Quran sebalau kalamullah (firman Allah) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, yang membacanya merupakan ibadah (maghdah). Frase terakhir digunakan untuk membedakan dengan wahyu Allah yang berupa hadis qudsi. Karena membaca hadis qudsi bukan merupakan suatu ibadah maghdah.
Al-Quran berisi 6236 ayat, 114 surah, dan 30 juz. Diturunkan secara berangsur dalam 22 tahun 2 bulan 22 hari.
Al-Quran memiliki nama-nama lain, yang menunjukkan fungsi atau sifatnya, misalnya :
- Al-Furqan (25 :1) , yang artinya pembeda (yang benar dan salah)
- Al-Haq      (5 :83) , yang artinya kebenaran
- Al-Huda    (72:13), yang artinya petunjuk atau pimpinan
- Adz-Dzikr (15:9),   yang artinya peringatan
- Asy-Syifa  (10:52),yang artinya penyembuh/obat
- Al-Kitab    (2:2),     yang artinya buku/kitab suci
- dll
Al-Quran secara garis besar (sebagaimana disarikan dalam Al-Fatihah, surat pertama) berisi tentang :
1. Tauhid, argumen dan bukti-bukti kekuasaan Allah di alam (1:1-3)
2. Berita Hari Akhir (Eskatologi) ( 1 : 4)
3. Syariah (ibadah dan muamalah) ( 1: 5,6)
4. Manusia (tabiat, karakter, golongan dan kisah) ( 1 : 7)
Al-Quran merupakan mu'jizat dari Allah, sebagai bukti kebenaran dari Allah. Ia memiliki berbagai keunggulan di antaranya :
1. Keasliannya terjaga (15:9), Allah menjaminnya.
Dalam sejarah Al-Quran terjaga melalui :
- hafalan shahabat yang dilanjutkan para ulama dan hufadz (penghafal Quran)
- Ditulis dan didokumentasikan dengan rapi, kemudian dibukukan yang dilakukan melalui
pengujian yang ketat dan mutawatir (diterima semua pihak)
- Ditradisikan menjadi bacaan baik dalam shalat maupun wirid-wirid
2. Al-Quran merupakan kitab yang universal yang berlaku untuk semua manusia, bahkan alam (25 ;1, 7:178)
3. Al-Quran mencakup seluruh aspek kehidupan (16 :89 , 6 :38 )
4, Al-Quran memiliki gaya bahasa dan isi yang tak tertandingi, meskipun satu surat saja (2:23)
5. Kandungan Al-Quran mengadung ramalan sejarah yang tepat. Misalnya tentang kemenangan Rum (31:1-2)
6. Al-Quran merupakan sumber dari berbagai ilmu.
Misalnya ilmu sejarah, bahasa, syariah, hikmah dan falsafah
7. Al-Quran merupakan kitab yang tersusun rapi dan terinci ( 11: 1), tetapi tidak memiliki pertentangan di dalamnya  ( 4 :82)
    Salah satu keistimewaan Al-Quran misalnya adanya  Kesimbangan Angka-angka dalam Al_Quran
Terhadap kitab-kitab terdahulu (Taurat, Zabur dan Injil), Al-Quran berfungsi sebagai (5 :48) :
1. Nasikh ( penggati) terhadap syariat kitab-kitab terdahulu
2. Muhaimin (batu ujian) terhadap otensitas kitab terdahulu dari campur tangan manusia
3. Mushadiq ( pembenar) terhadap ajaran-ajaran terdahulu
Respon manusia terhadap Al-Quran bermacam-macam :
1. Orang-orang kafir ;
- mendustakan (7:146), mengolok-olok ( 18 : 106), menganggap dongeng (6 :25), dll
2. Orang-orang beriman
- iman (2:4), menjadikan sebagai petunjuk hidup (2:2), melaksanakan dengan rendah hati (32:15)
- bersemayam di dalam hati ( 29:49)
Meski demikian, di antara orang-orang yang beriman dalam menggunakan Al-Quran terdapat 3 kelompok :
1. Dzalimu li nafsih ( menzalimi diri sendiri) , yaitu llebih banyak lalai terhadap Al-Quran
2. Muqtasid (pertengahan), yaitu berupaya melakukan tetapi masih sering lalai
3. Sabiquna bil khairat ( bersegera dalam kebaikan), yaitu orang yang selalu berpegang teguh   dan mendahulukan Al-Quran
Kewajiban Muslim terhadap Al-Quran adalah a. mengimaninya, b. mempelajarinya (47 :24)  c. membaca dan menghafalkannya (73 :4), d. mengamalkannya dalam kehidupan (24:51)  e. mengajarkan kepada orang lain (16 :44)
Keistimewaan Al-Qur'an
Al-Qur’an memiliki keistimewaan-keistimewaan  yang membedakan dengan kitab-kitab sebelumnya diantaranya ialah:
  • Al-Qur’an merupakan kitab yang syamil yang mencakup seluruh ajaran Tuhan yang ada pada kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya (Taurat, Injil, dan Zabur) dan lain-lain. Sebagaimana firman Allah dalam surat al-Maidah:48 “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang”.Pada ayat  di atas disebutkan bahwa Allah swt  memerintahkan kepada nabi supaya dalam memutuskan segala persoalan yang timbul di antara seluruh umat manusia ini dengan menggunakan hukum dari al-Qur’an, baik orang-orang yang beragama Islam atau pun golongan ahlul kitab (kaum Nasrani dan Yahudi) dan jangan sampai mengikuti hawa nafsu mereka sendiri saja.Dijelaskan pula bahwa setiap umat oleh Allah swt. diberikan syariat dan jalan dalam hukum-hukum amaliah yang sesuai dengan persiapan serta kemampuan mereka. Adapun yang berhubungan dengan persoalan akidah, ibadah, adab, sopan santun serta halal dan haram, juga yang ada hubungannya dengan sesuatu yang tidak akan berbeda karena perubahan masa dan tempat, maka semuanya dijadikan seragam dan hanya satu macam, sebagaimana yang tertera dalam agama-agama lain yang bersumber dari wahyu Allah swt. Allah berfirman dalam surat as-Syura:13“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa Yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya”
  • Ajaran-ajaran yang termuat dalam al-Qur’an adalah kalam Allah yang terakhir untuk memberikan petunjuk dan bimbingan yang benar kepada umat manusia, inilah yang dikehendaki oleh Allah supaya tetap sepanjang masa, kekal untuk selama-lamanya. Maka dari itu jagalah kitab al-Quran agar tidak dikotori oleh tangan-tangan yang hendak mengotori kesuciannya, hendak mengubah kemurniannya, hendak mengganti isi yang sebenarnya atau pun hendak menyusupkan sesuatu dari luar atau mengurangi kelengkapannya.Allah berfirman dalam surat fusshilat:41-42“Sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia. Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji”.Dan juga firman-Nya dalam surat al-Hijr:9“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”Adapun tujuan menjaga dan melindungi al-Qur’an dari kebatilan, kepalsuan dan pengubahan tidak lain hanya agar supaya hujah Allah akan tetap tegak di hadapan seluruh manusia, sehingga Allah swt dapat mewarisi bumi ini dan siapa yang ada di atas permukaannya.
  • Kitab Suci al-Qur’an yang dikehendaki oleh Allah akan kekekalannya, tidak mungkin pada suatu hari nanti akan terjadi bahwa suatu ilmu pengetahuan akan mencapai titik hakikat yang bertentangan dengan hakikat yang tercantum di dalam ayat al-Qur’an Sebabnya tidak lain karena al-Qur’an adalah firman Allah swt, sedang keadaan yang terjadi di dalam alam semesta ini semuanya merupakan ciptaan Allah swt pula. Dapat dipastikan bahwa firman dan amal perbuatan Allah tidak mungkin bertentangan antara yang satu dengan yang lain. Bahkan yang dapat terjadi ialah bahwa yang satu akan membenarkan yang lain.
  • Dari sudut inilah, maka kita menyaksikan sendiri betapa banyaknya kebenaran yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern ternyata sesuai dan cocok dengan apa yang terkandung dalam al-Qur’an. Jadi apa yang ditemukan adalah memperkokoh dan merealisir kebenaran dari apa yang sudah difirmankan oleh Allah swt. sendiri.Firman Allah dalam surat Fushilat:53“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakkah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?
  • Allah swt. berkehendak supaya kalimat-Nya disiarkan dan disampaikan kepada semua akal pikiran dan pendengaran, sehingga menjadi suatu kenyataan dan perbuatan. Kehendak semacam ini tidak mungkin berhasil, kecuali jika kalimat-kalimat itu sendiri benar-benar mudah diingat, dihafal serta dipahami. Oleh karena itu al-Qur’an sengaja diturunkan oleh Allah swt dengan suatu gaya bahasa yang istimewa, mudah, tidak sukar bagi siapapun untuk memahaminya dan tidak sukar pula mengamalkannya, asal disertai dengan keikhlasan hati dan kemauan yang kuat.
Ditulis oleh : Ustadz Muhalimin Mahir, MA


Artikel Terkait :
Definisi Al-Qur'an dan Keistimewaanya
Keistimewaan Surat Yasin
Keistimewaan Ayat Kursi 
Keistimewaan Surat Al Fatihah

Cara Cepat Belajar Al-Qur'an
Kisah Nabi dan Rosul
Kumpulan Murotal Al-Qur'an

0 komentar:

Poskan Komentar

The title of the slideout

Slideout Content